Kejutan Di Kampus

Rabu, 21 Desember 2011 ketika saya mau sarapan pagi, tiba-tiba hp yang terletak tidak jauh dari saya bergetar: "Drrreeettt..... Drrrreeetttt.... Drrreeeettt....." lalu saya mengambil hp tersebut, "ohh... ternyata ada sms" kata saya dalam hati. Kemudian saya bacalah sms tersebut. Ini adalah isi sms yang dikirim oleh teman saya yang bernama Momo:
"Hey, kan hr ne ulth bg roNi, mau ga xan lw qta bsg bwakin kue u/ dy, qta buat aja brownies, drmh ak, lw ya siang ni qta buat, gmana?"

Kemudian saya membalas sms tersebut:
"hmmm.... Ide bagus tu mo"

Singkat cerita ketika siang harinya, teman saya tersebut mengirim sms lagi kepada saya, ia memberitahukan bahwa Ayu dan Rina tidak bisa ikut dalam membuat kue ulang tahun tersebut. Jadi, pembuatan kue untuk bang Roni dibatalkan. Momo juga memberitahukan bahwa, ia akan membuat kue tersebut besok pagi, seorang diri jika ada waktu.

Keesokan harinya, ketika saya sedang belajar pelajaran mata kuliah Kalkulus, tanpa disadari Momo kembali mengirim saya sebuah sms. Dia minta saran, bagaimana baiknya kuenya dibeli atau nggak. Kemudian saya menjawab: "terserah".

Ketika pelajaran Kalkulus telah selesai, kami (Saya, Chandra, Edo, Yerri, Momo, Rina, Ayu) berkumpul dan mengadakan perundingan. Dan akhirnya kami memutuskan untuk membeli saja kue ulang tahun tersebut. Kemudian pergilah Chandra dan Momo membeli kue ulang tahun tersebut. Sementara, saya dan teman-teman lainnya membujuk dan menahan agar bang Roni tidak langsung pulang begitu saya. Gerak-gerik kami yang tak biasa, ternyata membuat bang Roni curiga. Disitu kami semuanya hanya tertawa saja, dan kembali bersikap seperti biasa-biasa saja.

Kurang lebih 15 menit, Momo dan Chandra tidak kunjung menampakkan diri. Sementara, bang Roni sudah gelisah dan ingin segera pulang. Tapi mobil jemputan bang Roni, belum datang-datang juga. Disaat itu pula kami semua menjadi khawatir. Khawatir ketika nanti Chandra dan Momo datang, ternyata bang Roni-nya sudah pulang.

Di saat semuanya gelisah, tanpa disadari dibalik dinding kampus saya melihat sosok seseorang, ternyata itu adalah Chandra. "Wahh.... syukurlah ternyata mereka sudah membeli kuenya" kata saya dalam hati. Lalu satu persatu teman saya memberi isyarat. Ketika mobil jemputan bang Roni belum datang juga, salah satu dari kami menjahili bang Roni dengan berbagai cara. Salah satunya adalah mendorong teman yang membawa air, sehingga airnya tumpah tepat di baju bang Roni. Hahhaaa...... Simak juga, pergi jalan ke Bangkinang

Dari arah berlawanan pula salah satu teman saya sudah bersiap-siap menggenggam tepung, yang nantinya digunakan untuk melempar bang Roni. Tanpa disadari, ternyata bang Roni semakin menjadi kesal oleh ulah kami. Ketika bang Roni hendak membersihkan pakaiannya, dari arah lain Chandra dan Momo datang menghampiri bang Roni sambil memegang kue ulang tahun yang baru dibeli tersebut. Sontak, bang Roni pun menjadi terharu. Hohohoo.... :D

Lalu Ayu mengambil sedikit kue itu, dan melumurinya di muka bang Roni. Dan mengucapkan: "Selamat ulang tahun" kepada bang Roni. Ternyata bukan hanya itu saja, teman saya yang lainnya juga mengambil kue tersebut dan melemparnya di wajah teman yang lain. Saya pun tak luput dari bulan-bulanan tersebut. Wajah dan baju saya habis terkena kue tersebut. Hiks... Hiks... T_T

Setelah itu kami pun berfoto ria dengan wajah yang berlepotan kue ulang tahun. Hohooo..... Senangnya..... ^^

1 kue ulang tahun tersebut tak ada artinya, bila dibandingkan dengan kebahagian dan kesenangan yang kami rasakan masing-masing. :D

Belum ada komentar pada artikel "Kejutan Di Kampus"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan sebuah komentar untuk artikel yang sedang anda baca ini. Jika butuh bantuan, jangan sungkan-sungkan untuk bertanya ya atau follow Twitter saya @MF4dhli :)