Perjuangan Seorang Tukang Tambal Ban

Kisah ini merupakan kisah nyata yang saya alami pada saat saya masih menjalani program magang disebuah perusahaan sekitar 2 tahun yang lalu. Seperti biasanya setiap hari saya selalu berangkat ke tempat magang. Saya selalu pergi ke tempat magang sekitar jam 7.30 pagi. Di perjalanan saya melihat orang-orang sangat sibuk dengan urusannya masing-masing. Ada yang pergi ke sekolah, ada yang pergi kerja, dan ada pula yang berdagang. Memang sudah menjadi hal biasa ditempat saya tersebut. Selang 15 menit mengendarai motor menuju ke tempat magang, hati saya langsung tersentuh saat menyaksikan ada orang yang mendorong gerobak tambal ban-nya menyebrangi jalan raya. Kalau lelaki yang mendorong gerobak tambal ban itu sudah biasa menurut saya. Namun, apa jadinya jika orang yang mendorong gerobak itu adalah seorang perempuan? Hmm..itu mungkin baru luar biasa, apa lagi yang mendorong gerobak tersebut adalah seorang ibu. Lihat juga, batu kerikil itu namanya ujian

Sampai-sampai hati saya tak tega melihatnya. Saat mendorong gerobak tersebut, keringat pun mulai bercucuran di wajah ibu tersebut. Wajahnya dipenuhi dengan keringat panas. Saya tak tahu berapa berat gerobak tersebut, namun saya melihat gerobak itu memang berat sekali. Diatasnya sudah dipenuhi dengan perlengkapan tambal ban.

Setiap pagi saya melihat ibu itu mendorong gerobak sendirian, saya tak sanggup melihatnya. Saya sangat kasihan sekali melihat ibu tersebut. Demi memenuhi kebutuhannya, dia sanggup berjuang dengan kerasnya. Mungkin itu bisa menjadi sebuah pelajaran berharga buat kita, untuk selalu bekerja keras dalam segala hal seperti ibu tersebut. Memang, dunia ini kejam tapi jika kita berusaha pasti kita akan menemukan sebuah kebahagiaan. :)

Belum ada komentar pada artikel "Perjuangan Seorang Tukang Tambal Ban"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan sebuah komentar untuk artikel yang sedang anda baca ini. Jika butuh bantuan, jangan sungkan-sungkan untuk bertanya ya atau follow Twitter saya @MF4dhli :)