Resiko Menulis Sebuah Tutorial

Dari dulu sampai sekarang, saya sangat suka sekali menulis tutorial. Tidak terhitunglah sudah berapa postingan bertemakan tutorial yang saya tulis. Tidak hanya di blog Fdhly.WordPress.Com saja saya menulis tutorial, namun di blog www.fadhly.biz ini saya juga menulis berbagai tutorial sesuai dengan pemahaman dan kemampuan saya. Memang mengasyikan sekali menulis tutorial. Dari pada menulis postingan yang berkeluh kesah, lebih baik menulis tutorial, ya kan? Postingan-postingan semacam ini memang banyak sekali dicari oleh pengunjung. Terlebih lagi kalau tutorial yang kita buat ada screenshot (gambar), maka pasti pengunjung akan semakin senang. Dengan adanya gambar, para pembaca akan lebih mudah untuk memahaminya. :)
Tutorial Blog Fadhly-793523

Ada beberapa resiko yang akan kita hadapi, kalau kita menulis sebuah tutorial, yaitu:


  1. Mudah Di Copas

    Yups! Benar! Rata-rata kalau kita membuat sebuah tutorial, postingan yang kita buat tersebut akan di copas secara mentah-mentah oleh orang lain. Terlebih lagi, kalau judulnya menarik, maka akan jadi santapan lezatlah oleh blogger pemalas. Selama ngeblog, tidak bisa dihitung berapa banyak artikel yang saya buat di copy-paste oleh orang lain. Terkadang kesal juga rasanya, sebab untuk menulis artikel saya membutuhkan waktu 1 jam. Tapi, ditangan blogger penjiplak mereka mampu menjiplak kurang dari 5 menit. Sebenarnya, mengcopy artikel boleh-boleh saja. Namun, kita juga harus mengetahui aturannya. Sebab, kita hidup di dunia ini tidak pernah terlepas dengan yang namanya aturan-aturan.


  2. Termakan Waktu

    Jika kita menulis artikel yang bertemakan tutorial pada tahun ini, untuk tahun-tahun berikutnya mungkin postingan yang sudah kita buat tersebut akan menjadi usang atau basi. Kalau sudah begini, kita perlu untuk mengedit ulang artikel yang kita buat itu. Kalau seandainya kita mengedit ulang, tentu akan memakan waktu lagi. Tapi, inilah yang harus kita hadapi. Jika tidak mau repot, saya sarankan untuk membuat tutorial tentang agama. Sebab, ilmu agama sampai kapan pun tidak akan pernah menjadi basi. Lihat juga, renungan tentang waktu


  3. Rasa Percaya Berkurang

    Karena kita tidak kunjung mengupdate semua tutorial yang kita buat, maka secara tidak langsung akan memunculkan rasa ketidakpercayaan pembaca terhadap kita. Kalau sudah begini, bisa gawat. Sebab, pengunjung akan enggan berkunjung ke blog kita lagi. Tentu ini akan berdampak pada statistik pengunjung kita. Kalau ingin kembali memunculkan rasa percaya pembaca terhadap kita, tulislah artikel yang diinginkan pembaca. Tapi, opss.. Jangan copas ya. :P


Mungkin itulah resiko yang akan kita hadapi, kalau kita menulis sebuah tutorial di blog kita. Tapi itu menurut versi saya, mungkin versinya akan berbeda-beda bagi masing-masing orang. Kalau ada yang ingin menambahkan, silahkan! :)

4 Komentar di artikel "Resiko Menulis Sebuah Tutorial"

  1. Wahyu Eka PrasetiyariniJuly 31, 2013 at 11:57 PM

    Menulis artikel tentang tutorial memang cukup sulit. Saya sendiri sudah pernah mengalaminya. Untuk menulis satu artikel saja, butuh waktu berjam-jam untuk menyiapkan screenshootnya, dan juga langkah-langkahnya. Tapi setelah selesai dan artikel di publish di blog, rasanya cukup lega. Apalagi kalau ada banyak komentar dari para pemirsa blog. Pokoknya senenng banget ^^

    ReplyDelete
  2. Hahah.. Benar sekali. Itu bisa meningkatkan semangat ngeblog kita. :D

    ReplyDelete
  3. sahabatkudhen.comAugust 2, 2013 at 5:44 AM

    copaster sudah jadi resiko sebuah blog tutorial sob.

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan sebuah komentar untuk artikel yang sedang anda baca ini. Jika butuh bantuan, jangan sungkan-sungkan untuk bertanya ya atau follow Twitter saya @MF4dhli :)