Saat Orang Lain Meremehkan Kita

Dari sejak kita kecil dan sampai saat sekarang ini, pasti kita pernah berada di sebuah situasi dimana diri kita diremehkan oleh orang lain. Terkadang kita tidak tahan, kalau disudutkan seperti itu terus, ya kan? Namun, anda tidak perlu kesal atau pun marah. Itu hanya akan membuang-buang energi anda saja. Anda harus bersyukur, kalau seandainya anda diremehkan oleh orang lain. Diremehkan kok bersyukur? Yups! Bersyukurlah, sebab orang-orang yang meremehkan anda tersebut belum sepenuhnya mengetahui kemampuan terpendam yang anda miliki.

Bayangkanlah diri anda seperti ulat, yang lemah. Dan orang-orang yang meremehkan anda itu anggap saja seperti semut merah. Kalau adu lari, pasti ulat akan kalah dengan semut merah. Setiap hari semut merah mengejek si ulat, yang lambat dan tidak bisa melakukan apa-apa. Namun, si ulat tetap bersabar dan bersyukur menerima ocehan yang selalu di utarakan oleh semut merah. Si ulat tidak pernah pantang menyerah, setiap hari secara diam-diam dia melatih dirinya sendiri. Dan tidak lupa berdo'a kepada Tuhan. Karena, bagaimana pun semua makhluk ciptaan Tuhan pasti ada kekurangan dan kelebihan. Maka dari itulah, dia bersyukur menjadi seekor ulat walaupun sebenarnya dia tahu kalau dia mempunyai banyak kekurangan dibandingkan dengan semut merah. Dengan semangat yang dimilikinya, si ulat pun terus melatih dirinya. Dia ingin kalau suatu saat bisa berdiri tegak dan mengalahkan semut merah. Hingga suatu hari, si ulat pun merasa semangatnya semakin bertambah. Dia terus latihan.. latihan.. dan latihan tidak pernah kenal lelah. Karena kerja kerasnya, Tuhan pun mengubah dirinya menjadi kepompong. Si ulat pun sempat heran, mengapa Tuhan mengubah dirinya menjadi kepompong. Si ulat hampir putus asa, sebab dengan keadaan seperti ini mana mungkin dia bisa mengalahkan semut merah. Malahan semut merah akan lebih leluasa meremehkan dirinya. Tapi, ulat tetap bersabar. Setelah lama terkurung di dalam tekanan, akhirnya si ulat pun keluar dengan dua buah sayap yang indah. Kini kesabarannya berbuah manis. Semut merah pasti tidak akan meremehkannya lagi, sebab sekarang dia sudah menjadi seekor kupu-kupu yang cantik. Dengan sayap masa depan, dia bisa terbang kemana pun ia suka. Sementara itu, semut merah hanya bisa terpaku melihat si ulat yang dia kenal dulu kini telah berubah menjadi kupu-kupu yang cantik. Dia hanya bisa melihat kupu-kupu tersebut dari bawah. Sebab, kupu-kupu tersebut nasibnya jauh lebih beruntung dari pada dia. Lihat juga, bersyukur punya banyak kelemahan

Jadi, intinya kalau ada orang yang meremehkan kita, janganlah kita marah. Tapi buatlah dia terkejut, bahwa yang diutarakannya selama ini tidak sepenuhnya benar. Yaps! Semoga artikel yang saya buat ini, bisa menginspirasi anda. Tetap semangat! :)

4 Komentar di artikel "Saat Orang Lain Meremehkan Kita"

Silahkan tinggalkan sebuah komentar untuk artikel yang sedang anda baca ini. Jika butuh bantuan, jangan sungkan-sungkan untuk bertanya ya atau follow Twitter saya @MF4dhli :)