Harian Sang Mentari

Sang mentari tersenyum, melihatku yang sedang bermain-main di samping sebuah danau. Dalam keriangan suasana pagi yang indah, aku berjalan mengelilingi lingkungan di desa. Orang-orang sering menyebut desa ini sebagai desa penuh warna, karna di desaku mempunyai banyak warisan turun-temurun, salah satu warisan itu adalah permainan gobag sodor. Ketika aku sedang berjalan menikmati udara yang segar tanpa adanya debu dan polusi, terdengar seseorang dari arah belakang memanggil namaku. "Mentari..." Suara orang yang berteriak itu, ternyata dia adalah Resi sahabatku dari kecil. Mama memberikanku nama Mentari karna menurut mama mentari itu adalah sumber kehidupan manusia mentari menyinari dunia ini, dan mama ingin aku bisa seperti mentari yang bisa berguna untuk semua orang. Lihat juga, kata bijak motivasi hidup
"Resi, iya kenapa Res?" ucapku menghampiri Resi

"Kamu lagi ngapain disini?"

"Oh, engga aku cuma lagi nyari udara segar habis dirumah juga gak ada kerjaan," ucapku lagi

"Kalau gitu mending kita main gobag sodor aja "

"Ayo tapi masa kita cuma berdua?"

"Ya kita ajak teman-teman yang lain aja"

"Oh ayo kalo gitu kita ajak mereka aja" ucapku sembari menunjuk kearah anak-anak yang sedang bermain di pinggiran sawah.

"Ok, ayo" ucap resa lalu kami berdua pun menghampiri mereka.

"Hey ada yang mau ikutan main gobag sodor gak?" ucapku berteriak, pada anak-anak yang sedang bermain dipinggiran sawah. Tapi mereka tidak menghiraukan kami seolah permainan gobag sodor tidak lagi diminati oleh anak-anak masa sekarang. Tapi aku tidak akan pernah membiarkan permainan ini hilang karna permainan gobag itu merupakan warisan budaya Indonesia.

Terima kasih kepada Maryam Saripah (iyam_maryam10@yahoo.com) yang telah mengirimkan tulisan ini. Semoga sukses selalu. :)

Belum ada komentar pada artikel "Harian Sang Mentari"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan sebuah komentar untuk artikel yang sedang anda baca ini. Jika butuh bantuan, jangan sungkan-sungkan untuk bertanya ya atau follow Twitter saya @MF4dhli :)