Sebuah Kenyataan Yang Harus Diterima

Mungkin inilah perjalanan hidup. Terkadang apa yang diinginkan tidak sesuai dengan kenyataan. Memang begitu pahitnya hidup ini. Aku rapuh disini. Mengapa Tuhan memberikan ujian seperti ini kepadaku. Apakah ini ujian? Ataukah sebuah teguran? Aku tidak tahu harus melangkah kemana lagi. Hatiku tercabik-cabik dengan kerasnya kehidupan ini. Aku sudah berusaha. Namun, hasilnya tetap saja seperti itu. Apakah usahaku tidak maksimal? Ya, mungkin saja itu benar. Mungkin aku terlalu menganggap enteng semuanya. Dan inilah yang ku dapat sekarang. Simak juga, tetap semangat menjalani hidup

Saat aku diberi kesempatan, namun aku tidak bisa memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik, aku merasa layaknya seperti orang gagal. Tapi, aku sudah berusaha. Mengapa aku tetap gagal? Mungkin ada yang salah dengan caraku. Ya, mungkin caraku ada yang salah. Namun, aku tidak tahu letak salahnya dimana. Aku sedih melihat kenyataan. Rasanya ingin bersembunyi. Atau bahkan menghilang dari dunia ini. Betapa pedihnya, apa yang ku rasakan. Semangat itu kembali hilang. Aku bahkan saat ini tidak bisa mempercayai diriku sendiri. Betapa lemahnya aku saat ini. Ya, inilah yang dinamakan kehidupan. Batin rasanya tercabik oleh kerasnya hidup ini.

Sampai kapan aku akan terbelenggu dengan keadaan ini? Keadaan ini sungguh menyiksaku. Ku akui akhir-akhir ini ku sangat jauh dari Mu. Dan mungkin ini merupakan sebuah teguran dari Mu. Ku pasrahkan diriku kepada Mu. Ku tahu, Tuhan telah merencanakan semuanya tanpa ada satu hal yang keliru. Ku terima kenyataan tersebut, walau pun hati belum sepenuhnya mengikhlaskan. Ku tahu, Tuhan punya rencana yang lain. Yang lebih indah, dan lebih baik.

Tapi, aku juga harus bisa menemukan diriku. Tidak ada gunanya aku bersedih. Tidak ada gunanya aku terus mengutuk-ngutuk. Mungkin seperti inilah jalanku. Untuk merubah hidupku, aku harus terus berjalan. Kalau aku berhenti disini, sama saja aku seperti orang yang bodoh. Ya, namun saat ini aku lupa caranya untuk berjalan. Kalau aku tidak bergerak, aku tidak akan bisa menciptakan perubahan. Sampai kapan aku terus begini. Sampai aku bisa menemukan sendiri bagaimana caranya untuk berjalan kembali.

Belum ada komentar pada artikel "Sebuah Kenyataan Yang Harus Diterima"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan sebuah komentar untuk artikel yang sedang anda baca ini. Jika butuh bantuan, jangan sungkan-sungkan untuk bertanya ya atau follow Twitter saya @MF4dhli :)