Cerita Tentang Sweet Ghost

Dering bel masuk sekolah berbunyi 10 menit yang lalu, tetapi belum ada guru yang masuk ke kelas IIS 4. Keadaan kelas pun berubah menjadi ganduh setelah ketua kelas mengumumkan bahwa guru jam pelajaran saat ini tidak dapat masuk kelas dikarenakan ijin sakit. Disela-sela keganduhan itu, ada 3 anak peremuan yang berbincang satu sama lain
"ada film baru hari ini, mau nonton girl?" sahut Mey
"apaan? Film apaan? Horror? Kapan? Ayok nonton!" teriak Mira antusias
"hei kau ini Mir kalo nanya tuh satu-satu! Ini mah malah nyerocos aja! judul filmnya pocong beranak kunti. Judulnya aja udah asik apalagi filmnya iakan? Mau nonton?” cetus Mey
“gua sih mau mau aja. Tapi gimana sama lu Mel? Pasti lu gak ikut pan?” Tanya Mira kepada teman yang Meli
“gua gak ikut. Kalian tau kan gua takut sama fim-film kayak gitu” jawabnya dingin “gua mau keperpus dulu yah” lanjutnya.

Meli pun meninggalkan kedua sahabatnya itu. Sebenarnya ini kesekian kalinya Meli menolak di ajak nonton fil horror. Ya Meli emang takut akan hal-hal seperti itu. Dan teman-temannya pun mengerti akan hal itu, Mesti Meli tak memberikan alas an yang jelas mengapa
Hari ini perpustakaan sekolah tutup, karena ibu perpus yang menjaga perpus sakit. Sebenarnya Meli ingin memastikan sesuatu hari ini, makannya ia berkunjung ke perpustakaan. Di depan pintu perpus kini Meli berdiri memandangi persegi panjang berwarna coklat itu. Beberapa anak melewati perpus diantara mereka berjalan sambil berbincang. Melli mendegarkan perbincangan mereka, salah satunya…
“kudengar kemarin ia menjerit lalu, tedengar suara orang terjatuh” ucap salah satu anak perempuan
“kurasa memang ada hantu di perpus ini” jawab teman yang ada di sebelahnya.

Setiap celotehan anak yang melewati tempat itu ia dengarkan sampai bel pelajaran berganti berbunyi. Dan Melii kembali ke kelas. Aku melihatnya menutup mata, dan lalu melihatnya menjerit takut. Lalua aku juga melihatnya tersungkur jatuh. Dan saat itu juga bayangan itu membuatku takut.

Hal yang membuat Meli penasaran kemarin akhirnya muncul lagi dipagi ini. Meli pun berangkat pagi untuk memastikan sesuatu yang ia lihat lusa kemarin. Ia mengunjungi perpustakaan sekolah. Tidak ada siapun disana, hanya keheningan…
“Melli?” terdengar suara berbisik dibelakang telinga Meli. Meli pun langsung menoleh kea rah sumber suara
“ohh Ibu. Saya kira siapa. Ibu sudah sehat?” sapa Meli ketika melihat sosok wanita tua yang mnyebut namanya tadi berdri di belakangnya.
“apa yang kamu lakukan?” Tanya ibu Hayati
“saya hanya inginmembaca dipagi hari, bu” jawab Meli singkat. Melli pun bergegas meninggalkan bu Hayati dan menguburkan dirinya diantara deretan rak buku yang banyak itu.

Melli kini benar-benar sendiri. Sebenarnya ia ingin menanyakannya langsung kepada bu Hayati, tentang bayangan yang ia liat kala itu, tatapi ia ragu.

Meli berjalan diantara rak-rak itu. Suara derapan kakinya bisa ia dengarkan, karena sepinya perpustakaan pagi ini. Namun derap kaki Melli tiba-tiba terhenti setelah mendengar suara derap kaki yang lebih berat mendekakitinya. Derap kaki tiu semakin mendekat… dan semakin membuat MElli membatu
Tap…tap…tap…suara itu semakin mendekat kearah MElli dan “AAAAA… X!!!!” MElli menjerit kencang. Namun sang pemilik derap kaki tiu menutu mulut Meli dengan tangannya
“diamlah, aku ingin berbicara padamu” ucap pria yang berwajah tak asing menurut Melli
“Mell… Sorry sorry gua bikin elu takut. Gua tau lu takut akan hal-hal kayak gini. Kemarin elu mematung didepan pintu perpus dan gua ngerasa bersalah. Sekarang gua mau jelasin semuanya” ucap pria itu menengkan Melli yang terlihat asih kaget
“gua setiap hari ngikutin elu keperpustakaan, dan lusa kemasin gua lagi ngeliatin elu. Gua diem diem ngintipin elu. Gua ingin tau apa yang elu lakuin Mell… tapi ibu perpus ngagetin gua dari belakang, dan akhirnya gua mukul idung dia sampe merah, lalu dia pingsan… tapi bukan itu aja MEll” jelas pria dengan pelan. Lalu ia menarik napas panjang
“gua ngeliat elu ngliat gua, jadi gua langsung pergi. Tapi gua piker elu ngerasa kalo gua tuh setan. Karena pagi itu emang masih gelap… jadi Sorry Mell…” pria itu menundukkan kepalanya, lalu manrik napas… menaikan kmbali kepalanya dan menatap tajam kearah Melli… “and I love you”

Hal menakutkan dalam hidupku kini berujung manis di bawah gelap pagi. Simak juga, kumpulan puisi kiriman
Terima kasih kepada Fitri Yani (yfitri18@gmail.com) yang telah menulis dan mengirim tulisan ini. Semoga sukses selalu.

Belum ada komentar pada artikel "Cerita Tentang Sweet Ghost"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan sebuah komentar untuk artikel yang sedang anda baca ini. Jika butuh bantuan, jangan sungkan-sungkan untuk bertanya ya atau follow Twitter saya @MF4dhli :)