Kumpulan Puisi Kiriman Dari Sahabat Fadhly.biz

Karena saking banyaknya puisi yang dikirim oleh para sahabat atau pun pengunjung blog Fadhly, akhirnya saya memutuskan untuk menggabungkan semua puisi tersebut. Tujuan saya menggabungkan puisi-puisi tersebut ialah, agar semuanya bisa dengan mudah melihat dan sekaligus membaca puisi-puisi tersebut kapan saja dan dimana saja. Saya sangat berterima kasih, kepada semua sahabat yang telah menulis dan mengirimkan puisinya lewat email. Heheh... hanya ucapan terima kasihlah yang bisa saya ucapkan. Berikut ini merupakan puisi-puisi keren, romantis kiriman dari sahabat Fadhly.biz selamat membaca ya. :)

Kesetiaan Hidup
Ketika aku beranjak dewasa..
Aku ingin mengetahui apa arti cinta..
Hidupku hanya untuk cinta..
Untuk selamanya..

Ketika pertama aku melihatmu..
Aku selalu mengingatmu..
Mungkin engkau tak tahu isi..
Hatiku..
Tapi bayangmu..
Selalu membenarkanku..

Di saat hidupku sunyi..
Kau selalu hadir untukku..
Dan kau rela menghabiskan waktu..
Hanya untuk diriku..

Kau selalu mengerti isi hatiku..
Kata-katamu sungguh merdu..
Sehingga..
Menghangatkan jiwaku..

Di saat aku termangu..
Bagiku..
Kau adalah sosok mentari pagi..
Yang selalu menerangi hatiku..

Di saat aku membutuhkanmu..
Di saat aku bersamamu..
Aku hanya membuat suasana..
Menjadi haru..
Yang selalu menyelimuti kalbu..
Janjimu akan selalu..
Teringat dalam benakku..
Hingga akhir nafas hidupku..
Dan setelah ajal menjemputku..
Aku selalu berharap..
Agar kita selalu bersama..
Untuk selamanya..
Hanyalah waktu..
Yang dapat mengetahui..
Arti hidup yang sebenarnya..
Yang menjadi panutanku..
Di sepanjang waktu..

Hanyalah engkaulah..
Sanubariku..
Yang tak kan lekang oleh waktu..
Kesetiaan hidupku..
Hanyalah dihatimu..
Karena..
Kau adalah impianku..
Setiap detik..
Aku hanya ingin melihatmu..
Untuk menjadi cerminanku..
Untuk hidupku..

Mungkin ini hanyalah simfoni..
Yang terikat dalam hati..
Tetapi ini sangat berarti bagiku..
Yang selalu sembunyi..

Di balik kesunyian..
Aku selalu berdoa untukmu..
Agar engkau tak melupakanku..
Sepanjang waktu..

Aku hanya manusia biasa..
Yang tak berguna bagimu..
Tapi aku mengucapkan..
Banyak terima kasih padamu..
Yang selalu menemaniku dan menjagaku..
Dan kau yang telah melukis jiwaku..
Agar bisa menjalani hidup..
Dan kau telah memberikan..

Sejuta warna untuk ragaku..
Terima kasih untuk semuanya..
Sepanjang hidupku..
Kau adalah malaikatku..
Terima kasih kepada Sri Kadarsih (srikadarsih169@gmail.com) yang telah menulis dan mengirim tulisan ini. Semoga sukses selalu.

Tentang Sang Idola
Aku selalu terdiam..
Membayangkan mimpiku bisa jadi kenyataan..
Dan dengan apa aku mendobrak tembok besar..
Penghalang untuk meraih mimpi..

Ketika sang idola datang..
Memberiku semangat..
Berdiri..
Berlari untuk menggapai mimpi..

Hai! Sang idola..
Sang idola yang selalu semangat..
Berjuang agar kuncup mimpi segera mekar..
Dengan semangat 45..
Kau tunjukan bahwa alasan apapun tidak akan mematahkan semangat..
Tuk meraih mimpi yang terkurung di dalam kuncup yang tak kunjung mekar..
Terima kasih kepada Dicky (ryuichishinji@gmail.com) yang telah menulis dan mengirim tulisan ini. Semoga sukses selalu.

Berharap Ada Keajaiban
Aku sangat lelah..
Inikah jalan yang harus ku hadapi?
Keadaan ini membuatku tertekan..
Ya, Tuhan bantulah aku..
Bantu aku hadapi semuanya..
Bimbing aku Tuhan..
Tunjukan jalanku..
Aku begitu rapuh kalau menjalani semuanya sendiri..
Aku butuh semangat Tuhan..
Kembalikanlah rasa percaya diriku..
Hilangkan rasa gundah di dalam hatiku..
Aku tak bisa menghadapi ini sendiri..
Bimbinglah aku..
Ma'afkanlah segala kesalahanku..
Aku ingin semuanya berjalan dengan lancar..
Aku ingin semuanya indah pada waktunya..
Aku ingin menggapai impianku..
Bantulah aku ya Tuhan..
Aku berharap ada keajaiban..
Keajaiban yang hadir dihadapanku..
Aku percaya pada-Mu..

Sahabat
Adalah dia yang memperlihatkan kelebihan kita kepada orang lain..
Sahabat..
Adalah dia yang mampu membuat hal yang sederhana menjadi istimewa..
Sahabat..
Adalah dia yang mampu membuat kita tersenyum dan tertawa..
Sahabat..
Adalah dia yang mengerti dengan keadaan kita..
Sahabat..
Adalah dia yang mampu berusaha membuat kita menjadi yang terbaik..
Sahabat..
Adalah dia yang selalu ada di saat kita menangis..
Sahabat..
Adalah dia yang rela berkorban untuk kita..
Sahabat..
Adalah dia yang menghapus luka di saat kita bersedih..
Sahabat..
Adalah dia yang selalu setia menggengam tangan kita walau keadaan apa pun..
Sahabat..
Adalah dia yang mengajarkan kita menjadi orang yang lebih baik..
Sahabat..
Adalah dia yang mengajak kita tertawa setiap hari..
Sahabat..
Adalah dia yang tidak akan meninggalkan kita..
Sahabat..
Adalah dia yang mampu menyimpan rahasia dengan baik..
Sahabat sejati hanya ada di dongeng..
Terima kasih kepada Nia (Nur'azniaaveiro@gmail.com) yang telah menulis dan mengirim tulisan ini. Semoga sukses selalu.

Jalan Masih Panjang
Aku tidak percaya kalau aku bisa berada disini..
Ini mungkin sebuah langkah awal..
Apa yang ku impikan masih jauh disana..
Aku harus tetap berusaha..
Bagaimana pun aku tidak boleh menyerah..
Begitu banyak yang mereka korbankan untukku..
Aku harus tetap semangat..
Rintangan apa pun akan ku lalui..
Hidup ini memang penuh perjuangan..
Perjuangkan apa yang kita ingin raih..
Sesaat aku merenung..
Apakah jalanku sudah benar?
Apakah aku bisa meraih apa yang ku inginkan?
Aku belum bisa menjawabnya..
Jalanku masih panjang..
Apa yang ku inginkan ada di ujung jalan sana..
Aku tak bisa berjalan sendiri..
Aku tahu Dia akan selalu membimbingku..
Aku tahu Dia akan selalu menuntunku..
Walau bagaimana pun, aku harus tetap berjalan..
Aku ingin menciptakan perubahan..
Aku ingin meraih apa yang ku impikan..
Apa pun itu akan ku lalui..
Demi apa yang ku inginkan..

Bantu Aku Ya Tuhan
Tuhan..
Sekarang aku sedang dilanda oleh perasaan bimbang..
Setiap aku berjalan..
Ada begitu banyak pilihan..
Berbagai macam bentuk yang menyerupai jalan..
Aku merasa takut..
Bila ternyata jalan yang ku ambil itu salah..

Bantu aku Ya Tuhan..
Berikanlah aku petunjuk..
Agar aku bisa memilih jalan yang benar..
Agar aku tidak mudah tersesat di kota ini..

Bantu aku Ya Tuhan..
Tolong hilangkan rasa bimbang di dalam hatiku ini..
Agar aku bisa terus berjalan tanpa rasa takut..
Agar aku bisa jalani hidup ini dengan penuh percaya diri..

Tentang Sebuah Dendam
Still fight dengan dunia..
Kala aku tercambuk fana-Nya rasa..
Ku dimaki..
Dicaci tak mengapa karena kurasa tak ada apa-apa..
Sampai ku sadar bahwa aku telah dewasa..
Ingin Menyentil panas-Nya dunia nan berisik..
Tak dianggap berguna ku bagai ikan nan bersisik..
Ada dendam yang kupendam untuk mereka yang munafik..
Sok kalem dari luar tapi propaganda licik tertitik..

Coba berbisik lantunkan do'aku mengeluh..
Sampai kapan hidupku harus penuh peluh..
Kadang terasa tekadku bagai runtuh..
Mematikan langkahku terasa lumpuh..

"Iya" Tuhan ku mendendam..
Pernah ada jalan untukku tak jadi awam..
Tapi empirik membuatku semakin tenggelam..
Akhirnya ku terjatuh dalam jurang yang sangat dalam..
Terima kasih kepada Aang Setia Bakti (aanckcumbpret@yahoo.com) yang sudah mengirim dan menulis puisi ini. Semoga sukses selalu. :)

Tentang Makna Sebuah Kehidupan
Semilir angin menghembus halusnya kulit
Terasa dingin menerkam jiwa
Kesejukan yang terasa saat menerpa
Menyadarkan akan indahnya hari penuh ketenangan

Ketika lembayung senja kelabu hadir beranjak tiba
Menandakan kepekatan akan hadir terganti oleh pelita bulan purnama
Yang indah dengan penuh keheningan
Seakan Kemarau panjang takan mampu menanduskan
Saat tiba hati penuh malam keindahan

Makna sebuah hidup akan terasa
Akan terukir dalam kemalut hati yang sepi
Akan terbayang dalam setiap lamunan
Akan terlewati dalam setiap perjalanan

Hidup ternyata indah saat bibir tersenyum penuh ketulusan
Terasa bermakna ketika cinta hadir menemani
Terasa cair tanpa kebekuan saat saling mengasihi
Yang terlukiskan dalam temaram pilar cahaya keindahan

Wahai sang pemilik kehidupan
Tunjukan yang sebenarnya apa itu hidup
Akan kususuri hidup dengan petunjukmu
Akan kulewati jalan terjal untuk mengharap keridhaanmu

Benang sutra panjang tanpa serat
Mengelus ari-ari kulit dengan penuh kelembutan
Tanpa kekasaran sedikitpun saat tersentuh

Hiduplah bagai sutra
Hiduplah bagai angin
Hiduplah bagai pelita purnama
Jangan hidup bagai benalu
Jangan hidup bagai pedang

Teruslah maknai hidup ini

Batupun akan menangis
Karang dilautan akan mati tanpa meninggalkan keindahannya
Pasir dilautan akan terhembus terbawa sipuan angin topan
Hingga lautpun akan kering
Jika...
Jika...
Hidup yang kita jalani tanpa kita maknai

Jika...
Jika...
Hidup yang tuhan berikan dengan sempurna hanya disia-siakan

Jika...
Jika...
Hidup hanya bergelimangan dengan dosa

Deburan ombak dipantai takan berdaya jika tanpa angin
Daunan hanya akan berserakan mengering tanpa ada yang memperdulikannya karena hanya sekumpulan sampah

Begitupun
Kita...
Jika tak memohon dan mengharap ridhonya kita takan mampu hidup
Jika hidup tak bermakna maka hanya akan menjadi sampah yang tak diperdulikan

Maka...
Maknailah hidupmu dengan selalu berusaha dan berdoa
Belajar dan terus belajar memperbaiki diri mengamalkan apa yang dimiliki
Dan bermanfaat bagi orang banyak
Puisi yang berjudul 'Tentang Makna Sebuah Kehidupan' ini ditulis oleh Abidin Putra Pajar (abidinrancaranji.blogspot.com). Terima kasih atas puisi kirimannya. Semoga sukses selalu. :)

Sebuah Sajak Rapuh
Bolehkah aku berkata bahwa aku lelah?
Lelah akan kesetiaan tanpa titik tujuan pasti..
Hatiku terlalu jenuh untuk dapat mengikuti jejak langkah semu mu..
Dalam ruang sunyi ku bermimpi..
Sebuah kenyataan ilusi yang seakan hidupkan sinar-sinar penerang gelap..
Entah untuk siapa sinar itu hadir?
Yang pasti itu tak ku butuhkan!
Lorong labirin berdebu yang pengap memaksaku lalui..
Dalam hati ku bergurau..
Untuk apa ku lalui jejak tak pasti?
Untuk apa pula ku lalui masa yang membuatku terus bermimpi?
Hari ini, detik ini, ku terbangun dari mimpi..
Kemana saja ku pergi?
Apa aku telah melintasi pulau sunyi tak berpenghuni?
Dan disini, sajak rapuhku telah berakhir..
Pada tepian dermaga laut suci..
Terima kasih kepada Das Resmita (das.kalkun@gmail.com) yang telah mengirimkan puisi ini. Semoga sukses selalu. :)

Tentang Sebuah Kepasrahan
Malam ini semuanya serasa berubah..
Purnama mengasingkan dirinya di malam yang gelap..
Sembunyi dibalik awan..
Sibuk dengan urusannya tanpa menghiraukan penghuni bumi yang kegelapan dengan halangannya..
Cahayanya yang meredup dibalas dengan kicauan burung yang tak merdu..
Pikiran, hati, jiwaku terguncang..
Sesuatu yang tidak pernah terjadi..
Pikiranku melayang bersama udara yang mencekat..
Butiran-butiran kecil pun mulai turun berjatuhan..
Bibir yang tak mampu mengucapkan sepatah kata..
Bersamaan dengan bahu yang berguncang hebat..
Tak ada yang dapat ku perbuat..
Kecuali memohon, meminta, berharap..
Bermunajat di atas sejadah harapan..
Bersimpuh menengadakan wajah, pasrah kepada-Mu Ya Rabb..
Di atas karpet sejadah harapan ini yang menjadi saksi bisu kepasrahanku..
Terima kasih kepada Imamatul Ummah (imamatul_ummah17@yahoo.com) yang sudah mengirimkan puisi ini. Semoga sukses selalu. :)

Tentang Kisah Hati
Saat cakrawala yang mulai memerah itu..

Kau rebahkan tubuhmu di dada kekarku..

Membelaimu pada deretan sutera legam lembut yang berjejer rapi penuh aroma surga..

Dan ku lantunkan beberapa syair cinta pencipta hasrat cinta..

Kau pun terpaku, terpesona..

Ku rasakan erat dekapanmu menghangatkan tubuhku yang mengigil sedari tadi..

Diterpa hembusan kencang barisan angin sore dan ribuan mutiara bening dari langit..

Aku jatuh cinta kepadamu dengan cinta yang mustahil..

Nalarku terasa kaku meniti setiap esensi rasa hati yang bergelora mengusik kalbu..

Aku rindu kepadamu dengan rindu yang terlarang..

Akalku membantai setiap nafas emosi yang bergetar kencang memecah jiwa yang sesak..

Lalu ku pasrahkan pada pemilik waktu yang ku percaya sebagai penulis skenario cinta..

Dan kau pun mulai menjawab dengan seribu tingkah yang tak ku percaya..

Hampir pada tembok kekar yang memiliki hati..

Ku dapatkan sutera legam indahmu itu akhirnya..

Kau memang begitu..

Pribadi anggun dengan dua, atau tiga atau empat reinkarnasi cinta pada setiap jiwa yang sendu, sepi, tanpa belaian..

Akhirnya kau berucap begitu..

Memustahilkan cinta dan melarang rindu yang terbangun pada reruntuhan kisah hati..

Terima kasih kepada Eric Joe Manapo (www.facebook.com/ericjoemanopo) yang telah mengirimkan puisi ini. Semoga sukses selalu. :)

Rasa Rindu Padamu
Aku selalu teringat padamu dikala hujan turun..

Hujan yang pernah mewarnai hidupku bersamamu..

Diriku dilanda rasa rindu..

Rasa rindu dikala kita bersama..

Rasa rindu dikala kita tertawa..

Rasa rindu dikala kita bersedih..

Dan rasa rindu saat kau tersenyum manis kepadaku..

Ingin sekali aku melukis wajahmu..

Melukis diantara awan-awan putih..

Agar aku dapat selalu memandangmu..

Dan melihat senyum manismu itu..

Namun ternyata angin tak bersahabat..

Angin tak membiarkanku untuk selalu memandangmu..

Angin tak membiarkanku untuk selalu melihat senyum manismu..

Sedikit demi sedikit wajahmu mulai terhapus oleh angin..

Yang membuat rasa rinduku semakin bertambah kepadamu..

Seandainya aku punya kesempatan..

Aku tak akan melukis wajahmu diantara awan-awan putih lagi..

Aku tak ingin angin menghapusmu lagi..

Aku tak ingin angin membawamu pergi..

Seandainya aku punya kesempatan..

Aku akan melukismu di hatiku yang paling dalam..

Agar aku dapat selalu menjagamu..

Agar aku dapat selalu merasakan kehangatan cintamu..

Dan agar aku dapat selalu teringat kepadamu..

Aku selalu merindukanmu..

Rasa cintaku tak berkurang kepadamu..

Aku sangat merindukanmu disini..

Love you R.J.N

Teman Yang Ku Harapkan
Aku mempunyai banyak teman..

Namun aku tak merasa memilikinya..

Banyak teman yang ku kenal..

Namun kalian tak peduli denganku..

Berbagai alasan terlontar di mulut kalian..

Aku paham dengan situasi kalian teman..

Namun hatiku bertanya-tanya..

Apa benar aku mempunyai teman?

Aku tak merasakan kehangatan pertemanan itu lagi..

Kalian hanya acuh kan aku saja..

Membuang muka di depanku..

Seolah-olah kalian tak pernah mengenalku..

Kalau memang begitu kenyataannya..

Aku berharap Tuhan memberiku seorang teman..

Yang aku butuh hanya 1 orang teman..

1 orang teman yang benar peduli terhadapku..

Dan benar-benar menganggap aku sebagai temannya..

Aku tidak menginginkan banyak teman..

Kalau ternyata mereka tak pernah menganggap aku ada..

Sosok Seorang Teman
Di tepian kota ini..

Aku bersandar pada pohon-pohon rindang..

Bertemankan rumput-rumput yang hijau..

Dan hanya seorang diri..

Bila hari telah berganti malam..

Hanya sepi yang ku rasa..

Angin berhembus dibalik jendela rumah..

Dan aku hanya terpaku seorang diri..

Kadang aku menangis..

Merindukan sosok seorang teman..

Hadir dalam hidup ini..

Tapi kenyataan tidak seperti itu..

Di manakah bisa aku temukan..

Teman sejati untuk mengisi kekosongan hati ini..

Tulisan Tak Berarti
Hanya dengan menulis..

Ku mampu menggambarkan semuanya..

Tak pernah meminta..

Orang lain menyukainya..

Tak pernah meminta..

Orang lain menghargainya..

Karna ku tahu..

Ini hanya sebuah tulisan yang tak berarti..

Tak ada harganya..

Tak ada nilainya pula..

Untuk tulisan ini..

Ini hanya sebuah tulisan kusam..

Yang akan hilang termakan waktu..

Hanya sebuah tulisan tak berarti..

Teruslah Melangkah
Dunia memang tak bisa diterka..

Ada yang suka..

Ada pula yang tidak suka..

Walau begitu..

Teruslah melangkah..

Cari ujung cakrawala di ujung sana..

Kebahagiaan telah menantimu..

Hapus kesedihan di hatimu..

Bangunlah..

Bangkitlah..

Berdirilah..

Apa pun yang membuatmu sedih..

Tinggalkanlah..

Mari melangkah..

Masa depan yang cerah telah menantimu..

Buka matamu..

Lihatlah kedepan..

Jangan biarkan kerikil-kerikil kecil..

Menghentikan langkahmu..

Walau terasa sakit..

Tetaplah bertahan..

Dan teruslah melangkah..

Hingga kamu menemukan pelangi harapan..

Yang akan memberi warna baru untukmu..

Bangkit!!! Dan Terus Bangkit!!!
Hati gundah..

Hati resah..

Hati sedih..

Saat kenyaatan datang menghampiri..

Sejenak ku terdiam..

Sejenak ku terpaku..

Sorot mataku yang tajam..

Seakan tak mempercayainya..

Namun apa daya..

Tangan pun tak dapat menghapus air mata..

Tak pernah ku merasa seperti ini..

Dunia baru yang perlahan membuatku menangis..

Rasa kecewa yang begitu dalam..

Hingga menggetarkan hati..

Ku sadari..

Akan kemampuanku..

Berbanding terbalik dengan mereka..

Namun ku tetap mempercayainya..

Kemampuan yang ku sendiri..

Walau usaha tak berbuah hasil..

Ku yakin..

Ku percaya..

Tuhan punya jalan lain untuk ku..

Yang jauh lebih indah dari itu..

Ku akan bangkit..

Dan terus bangkit...

Walau selalu tergelincir..

Langkah kakiku tak akan berhenti disini..

Ku kan menapakkan kakiku..

Sampai ke ujung dunia sana..

Yang ku punya hanya tekad..

Tekad yang membuatku kuat sampai saat ini..

Ku kan wujudkan impian itu..

Dengan kemampuanku sendiri..

Bagaikan Lautan Yang Dalam
Anugerah Yang Kuasa terpancar jelas di lautan luas..

Sejenak kita terperangah oleh pesonanya..

Lautan yang begitu luas, banyak menyimpan misteri didalamnya..

Begitu pula lah hati manusia..

Kita tak akan pernah tahu maksud isi hatinya..

Hati yang selalu terombang-ambing oleh gelombang..

Seakan-akan dapat berubah arah terbawa arus..

Namun..

Pelajaran berharga kita dapatkan..

Jika ingin tahu maksud hatinya..

Telusuri hatinya lebih dalam lagi..

Bagaikan penyelam yang menyelam didalam laut..

Lihatlah apa yang kita temukan didalamnya..

Semakin jauh..

Dan semakin jauh ke dalam lagi..

Hingga tangan menyentuh dasar..

Buka mata..

Dan lihatlah sekeliling..

Apa yang baru saja kita temukan..

Kita telah menemukan maksud isi hatinya..

Namun..

Itu tak ada artinya..

Jika hanya satu saja..

Jika kita menemukan maksud isi hatinya yang lain..

Itu akan menjadi jauh lebih berharga..

Sebab..

Kita telah berhasil..

Berhasil mengenal sosok dirinya yang sebenarnya..

Dan itulah mutiara yang paling berharga..

Tolong Lihat Aku
Ayah.. Mamah.. Tolong lihat aku. Lihat bagaimana susahnya aku. Lihat bagaimana aku merasakan sakit yang luar bisa disaat aku jauh dari kata indahnya keluarga. Aku mungkin banyak mengeluh tapi ini lah aku yah mah. Disaat ini aku butuh kalian. Aku hanya ingin kalian tahu aku ini butuh kasih sayang kalian. Jika kalian tahu bagaimana sakitnya menjadi aku mungkin kalian tak akan sia siakan aku. Salah ya aku iri dengan mereka yang disayang orang tuanya?

Aku juga ingin, karena aku anak kecil mah yah. Aku putri kecil kalian. Aku ingin seperti mereka yang mendapat kasih sayang kalian (ayah dan mamah).

Di saat anak-anak seusia aku bermain main sekolah dan bersenang-senang dengan dunianya dan sedangkan aku harus kerja banting tulang untuk hidup aku sendiri dan melupakan semua masalah aku. Apa pantas aku menerima ini?

Aku ingin seperti ayah dan mamah yang dulu mendapat kasih sayang penuh dari kakek dan nenek apa aku salah? Meminta ini semua. Apa aku salah aku harus seperti ini. Setiap doa yang aku minta sama Allah, aku cuma minta ayah dan mamah sayang sama aku dengan tulus. Aku ingin seperti anak-anak lain mah. Maaaaaah? Ayaaaaaah? Apa sebelumnya aku salah dengan kalian apa aku nyusahin kalian? Apa aku nakal waktu kecil maaf yaa mah? Kalau aku nakal tapi apa karna itu kalian membenci aku dan hidup ku? Aku salah apa mamah ayah bisakah kalian menjelaskan agar aku paham apa yang terjadi pada diriku dulu?

Aku ingin mah seperti kakak-kakak aku dan adik tiri aku yang mendapat perhatian penuh dari kalian mah. Aku sakit ketika ayah senyum dan memberi perhatiannya kepada anak lain dan aku sakit ketika melihat mamah lebih sayang dengan saudara ku bukan dengan ku dan kenapa harus aku mah kenapa?

Aku hanya bisa berdoa Ya Allah semoga orang tuaku berubah dan bisa menerima aku seperti mereka menerima kakak dan adik tiriku. Amiin.
Terima kasih kepada Tika Fitri Rahmawati (tikafitrirahmawati@gmail.com) yang telah menulis dan mengirim tulisan ini. Semoga sukses selalu.

Lenyap Tak Terlupakan
Pupus perlahan dari pandangan..
Pelan tapi pasti..
Seiring waktu yang enggan berhenti..

Pernah kita tertawa bersama..
Di saat langkah masih seirama..
Berdiri di atas bumi dan di bawah langit yang merona..
Sepatah janji yang terucap..
Kita takkan pernah terpisah..

Manis..
Sungguh manis senyummu saat itu..
Semanis cerita antara kau dan aku..

Debur ombak sadarkan lamunanku..
Sekejap kau beri keindahan dalam sepiku..
Secepat itu pula kau berlalu..
Kini hanya ada aku..
Tanpa dirimu..

Kau yang tlah pergi..
Meninggalkan luka sayatan di hati..
Namun hadirmu tetap ku kenang..
Seperti lenyapmu yang tak terlupakan..
Terima kasih kepada Vocketz Gembell (vocketzbizzil@yahoo.co.id) yang telah menulis dan mengirim tulisan ini. Semoga sukses selalu.

Senandung Hatiku
Kau yang terindah yang pernah aku miliki..
Kau yang mengerti segala keluh dan resah hati..
Tetaplah kau berada disini di dalam hatiku..
Jangan kau pergi tinggalkan aku..
Karna aku tak sanggup..
Bila harus kehilanganmu..
Indah hidupku karna warna cintamu..
Berseri hariku karna manis kasih sayangmu..
Aku bahagia memilikimu..
Terima kasih Tuhan..
Telah kau pertemukan aku dengan pemilik hatiku..
Terima kasih kepada Vocketz Gembell (vocketzbizzil@yahoo.co.id) yang telah menulis dan mengirim tulisan ini. Semoga sukses selalu.

Untuk Kedua Orang Tua
Tuhan....
Tolong Kau jaga kedua orangtuaku..
Berikan mereka kesehatan dan kekuatan..
Agar mereka bisa melihat aku menjadi orang yang sukses..
Dan mereka bisa melihat aku bahagia
dengan pasanganku kelak..

Tuhan..
Aku mohon kepadamu..
Tolong Kau jaga kedua orang tua ku dengan sebaik-baiknya..
Agar aku bisa membalas jasa-jasa mereka..
Yang telah mereka berikan kepadaku..
Karena mereka sudah banting tulang tidak tau panas hujan..
Siang malam mereka kerja keras..
Mereka seperti itu hanya untuk membahagiakan aku saja..
Tapi apa yg telah aku perbuat kepada mereka..

Tuhan..
Tolong maafkan aku ini..
Yang telah berbuat dosa kepada orang tua ku..
Tuhan tolonglah aku ini..
Aku ingin sekali membahagiakan mereka..
Dengan cara apapun aku harus bisa membahagiakan..

Tuhan..
Tolonglah mereka kekuatan..
Aku ingin sekali membahagiakan mereka..
Karena..
Mereka aku lahir didunia ini..
Entah bagaimana bila mereka tidak ada dan bagaimana pula..
Bila mereka tidak ada..
Mungkin hidupku seperti anak jalanan
yang tak dapat kasih sayang dari orang tua..
Dan aku tidak ingin seperti mereka Tuhan..
Oleh karena itu..
Tolong Kau jaga mereka..
Agar aku bisa membuat mereka bahagia..
Walupun dengan membahagiakan itu
tidak mungkin bisa membalas jasa-jasa mereka..

Tuhan..
Semoga Kau mendengar doa ku ini..
Karena aku sangat sayang dan mencintai mereka..
Aku sayang dan cinta orang tua ku..
Sama seperti aku sayang Kau (Tuhan)..
Terima kasih kepada Ria Yulianti (isaijrocks@yahoo.com) yang telah menulis dan mengirim tulisan ini. Semoga sukses selalu.

Bukan Didepan Tapi Dibelakang
Sekarang kau masih belum mengetahui..
Belum merasakan..
Tapi lihat di jauhan..
Kamu akan mengetahui..
Dan kamu akan merasakan itu..
Di belakang ku menunggu..
Di belakang ku menanti..
Dengan penuh harap..
Dengan penuh semangat..
Tapi, yang ku dapat seperti nyamuk yang lapar mencari darah dan mati karena tepukan tangan manusia..
Memang saya bukan orang yang kau harapkan..
Orang yang kau mau..
Di lihat dari saku..
Di lihat dari mata..
Di lihat dari tempat duduk..
Dan semuanya tak ada yang sama..
Kau memilih dia yang instan karena ada saku, ada mata, dan tempat duduk yang tak pernah kena air hujan, panas karena matahari..
Dan kau menghiraukanku melupakanku yang telah lama melihaatmu dan lama berlari dan saya meninggalkan orang yang mendekat demi kau tapi kau memilih dia hanya karena aku tak ada saku, dan tak ada tempat duduk yang nyaman..
Tapi orang yang instan kau pilih akan menjadi penyakit, dan merusak hidupmu, dan jika kelak kau sakit dan tak bisa bangkit dan tak ada lagi pintu yang terbuka..
Datanglah padaku, karena pintu ini selalu terbuka untukmu, dan telah ku siapkan peristirahatan yang nyaman..
Ku tak peduli kau rusak, sakit, karena orang, yang terpenting adalah kaulah yang kuinginkan saat ini dan saat nanti..
Terima kasih kepada Yoyo Sutaryo Yoyo (yoyosutaryo16@gmail.com) yang telah menulis dan mengirim tulisan ini. Semoga sukses selalu.

Jokowi Jadilah Matahari
Jika boleh aku bertanya pada Jokowi..
Tentang rakyat yang menderita sebab bayanganya sendiri..
Masih bolehkah matahari melewati khatulistiwa?

Matahari yang dulu menyinari Indonesia..
Untuk menuntun para pendahulu kepada jalan merdeka..
Matahari yang dulu menghangatkan nusa bangsa..
Dalam rasa persatuan Bhinneka Tunggal Ika..

Kini semua hanya legenda..
Kini hanya tinggal kenangan..
Tinggal tulisan dalam buku usang..
Tersimpan pada tumpukan terbawah perpustakaan..

Hari ini Indonesia negeri sang kaya..
Bukan negerinya si miskin..
Demokrasi hanya alat yang peduli pada mayoritas..
Minoritas hanya sisa-sisa..

Lihatlah apa nasib sisa-sisa?
Dengarlah rintihan si sisa-sisa..
Peluklah mereka..
Hangatkanlah mereka sama seperti sang kaya..
Minumlah air mata mereka..
Yang dihidangkan sepenuh hati untukmu..
Dalam gelas-gelas keterbatasan..

Untukmu Jokowi..
Jadilah matahari didepan mereka..
Yang menuntun bangsa meninggalkan bayang-bayang derita..
Jangan seperti lampu-lampu dibelakang mereka..
Yang membuat mereka mengejar bayang-bayang kepalsuan..

Hiduplah matahari bangsa!
Hiduplah!
Hidupilah mereka dengan kehangatanmu..
Mereka rakyatmu..
Rakyat Indonesia..
Terima kasih kepada Ian Andika Sopian (ianandikasopian@gmail.com) yang telah menulis dan mengirim tulisan ini. Semoga sukses selalu.

Mantan Tak Terlupakan
Tak pernah ku sangka..
Aku bisa menyayangi seseorang sampai seperti ini..
Bahkan sebelumnya lelaki itu pernah jadi seorang pacar..
Dalam hidup ku..
Namun kini telah menjadi mantan dan mantan yang tak terlupakan..
Sungguh sakit hati ini..
Saat melihatnya bersanding dengan wanita lain selain diriku..
Yang tak dapat ku lupakan dari nya
hanyalah perhatiannya..
Kasih sayangnya bahkan kenangan saat saat dulu bersamanya..
Kini dia telah menjadi milik orang lain..
Dan aku hanya lah masa lalunya..
Dan kini ku tak dapat melupakannya..
Dan dia telah menjadi seorang..
Mantan yang tak terlupakan dalam hidupku..
Terima kasih kepada Devie Amorra (devieargetha@gmail.com) yang telah menulis dan mengirim tulisan ini. Semoga sukses selalu.

Cinta
Gejolak hati tentang rasa..
Getarkan diri akan cinta..
Menimbulkan gejolak asmara yang membara..
Wajahmu tampan rupawan..
Bagai senja yang menghiaskan awan..

Namun..
Tak ku sangka..
Hatimu kejam tak berperikemanusiaan..
Layaknya mentari..
Begitu terang menyinari..
Tapi dapat membakar diri..

Seperti itukah dirimu?
Membakarku dengan senyuman dan guyonanmu..
Hingga tak sadar ku dibuangmu..

Menjerit hati nangis tersedu..
Hujaman panah derita datang menyerbu..
Memunculkan rasa sakit yang menggebu..
Remuk sudah hati ku..
Hancur pula jiwa ku..

Apalah dayaku..
Aku tetap di sini menantimu..
Memberikan cintamu untukku..
Dan mempercayakan hatimu pada diriku..
Terima kasih kepada Ellyata Berlyani Kapitan (ellyata13@yahoo.com) yang telah menulis dan mengirim tulisan ini. Semoga sukses selalu.

Rintikan Air Hujan
Rintikan air hujan..
Malampun tiba saatnya..
Rintikan air hujan membasahi pipinya..
Saling bersamaan tetes-tetes air matanya..
Kesedihan mungkin menghamirinya..
Indahnya malam dalam kesunyian..
Irama rintik hujan yang menemaniku..
Mungkin sepi..
Tanpamu hujan?
Hanya kelihatan cahaya yang menyapamu..
Tiada arti tanpa menulis tentangmu..
Setiap hariku dedangkan..
Syair-syair lagu kehidupan..
Instrumen indahmu kini telah lenyap..
Dalam keheningan..
Ketentraman..
Ke damaia di malam hari..
Terima kasih kepada Gianasari (gianasari1@gmail.com) yang telah menulis dan mengirim tulisan ini. Semoga sukses selalu.

Dusta
Dulu aku mengenalmu tanpa sengaja..
Lalu berbagi kasih dengan suka duka..
Itu semua sirna begitu saja..
Karna kebohonganmu yang terlalu menyiksa..
Tau kah kau apa arti sebuah dusta?
Setelah kau rampas kebahagiaan diriku dan dirinya..
Semudah itu kau menyangkal kedustaan yang kau buat?

Tuhan..
Aku tau aku bukanlah wanita yang sempurna..
Aku mengorbankan semua demi dia..
Dia yang tak pernah bisa mengerti arti cinta dan setia..
Kesucian itu hilang karna sebuah dosa..
Tanggung jawab akan hal itu menjadi tanda tanya..
Haruskah yang tak berdosa menjadi taruhannya ?

Tidak..
Bukan itu yang aku pinta..
Kesalahanku dan kesalahannya..
Itu penyebabnya..
Mungkin meninggalkanmu itu pilihannya..
Membiarkanmu hidup dengan tanggung jawab yang harus kamu terima..
Misalnya di penjara..
Tak pernahkah kau fikir tentang karma..
Yang akan membawamu ke neraka..

Dusta..
Hanya kedustaan yang aku terima..
Terima kasih cinta..
Karna kau aku mengerti akan arti sebuah dusta..
Terima kasih kepada Putri Yunia (putriyunia85@yahoo.com) yang telah menulis dan mengirim tulisan ini. Semoga sukses selalu.

Senja Dan Kenangan
Senja, mengingatkanku akan senyummu..
Senja, ingatkanku pada tutur sapamu..
Senja, dan segala kenangan tentang aku, kamu, tentang kita..

Masih tersimpan segala kenangan indah itu..
Tersusun rapi dalam benak..
Senja yang mempertemukan kita..
Senja yang penuh kenangan..
Senja pula yang membuat kita terpisah..

Di sini, di bawah langit kemera-merahan ini, ku kenang lagi.. Semuanya, semua tentang kita..
Menghidupi aroma jingga bercampur rindu..
Akan tetap ku kunang dirimu..

Kita 'kan bertemu pada senja yang lain..
Yang ku yakin akan terasa lebih indah..
Terima kasih kepada Ayu Ningsih (Ayuningsih1398@yahoo.com) yang telah menulis dan mengirim tulisan ini. Semoga sukses selalu.

Kala Senja Menyapa
Di suatu hari yang indah..
Bekas air hujan masih basah..
Terlihat jelas di pelupuk mata..
Sesekali terdengar rintihnya..

Kala senja menyapa..

Riuh angin menyapu sendu..
Kicauan burung teramat pilu..
Aku masih disini, duduk manis..
Menunggu datangnya mentari..
Yang menangis gerimis..

Pikirku pun melayang terbang..
Melintasi alam-alam yang gelap..
Aku tersesat mencari terang..
Semua terlihat sama, ternyata..
Senja itu masih menyapa..
Terima kasih kepada Abdi Darmawan (abdi.darmawan17@gmail.com) yang telah menulis dan mengirim tulisan ini. Semoga sukses selalu.

Pergi Dengan Kebohongan
Kau hadir di dalam hidupku..
Beri aku kebahagiaan..
Beri semua yang aku mau..
Tapi kenapa...?

Disaat aku percaya kamu..
Disitu kamu menghancurkannya..
Kamu pergi bersama dia..
Meninggalkan ku tanpa alasan..

Kini aku sendiri disini..
Menangis kenapa aku begini?
Jalan cintaku terlalu pahit..
Biarlah kau pergi dengan kebohonganmu..
Terima kasih kepada Cici Siti Nurhasanah (Sitinurhasanah385@yahoo.co.id) yang telah menulis dan mengirim tulisan ini. Semoga sukses selalu.

Aku Masih Disini
Desiran angin berhembus sepi..
Menorehkan sejuta kenangan kemarin..
Malam tanpa bintang..
Menuai kisah kita yang berlalu..
Kini kau pergi bersama segudang keindahan yang pernah ada..
Bukankah kemarin kau telah berjanji takan tinggalkan aku sendiri?
Tapi mengapa kau khianati?
Tak pernahkah kau peduli?
Aku masih di sini menunggumu..
Di bawah bayang bintang yang perlahan redup bersama dirimu yang entah di mana...
Tapi percayalah..
Aku masih di sini dan selamanya tetap di sini..
Menunggumu..
Meski kau tlah torehkan luka di hati ini..
Terima kasih kepada Yohanes Daton (yohanesdaton88@yahoo.com) yang telah menulis dan mengirim tulisan ini. Semoga sukses selalu.

Belum ada komentar pada artikel "Kumpulan Puisi Kiriman Dari Sahabat Fadhly.biz"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan sebuah komentar untuk artikel yang sedang anda baca ini. Jika butuh bantuan, jangan sungkan-sungkan untuk bertanya ya atau follow Twitter saya @MF4dhli :)