Sosok Inspiratif, Ketika Wawancara Kerja

Mencari kerja memang tidak semudah membalikan telapak tangan. Begitu banyak orang-orang diluar sana yang mempunyai kemampuan lebih dari kita. Selain skill, faktor keberuntungan juga sangat mempengaruhi. Tidak terhitung, sudah berapa banyak surat lamaran yang telah saya buat. Proses demi proses telah saya lalui, untuk mendapatkan sebuah pekerjaan yang diinginkan.

Senin, 7 Juli 2015 saya dihubungi oleh pimpinan salah satu perusahaan. Jarang-jarang saya langsung dihubungi oleh pimpinan perusahaannya loh, biasanya yang menghubungi saya ialah bagian admin perusahaan atau customer servicenya. Namun, pada hari itu berbeda sekali. Saya merasa senang karena yang menghubungi saya adalah seorang pemimpin dari perusahaan.

Dalam percakapan di telepon, pimpinan perusahaan tersebut memberi informasi kepada saya, bahwa saya disuruh hadir diperusahaannya pada hari Rabu, 8 Juli 2015 pukul 10.00 untuk tes wawancara. Saya menjawab bersedia untuk hadir. Simak juga, pengalaman ikut tes kerja di PT. PJB Service.

Sehari sebelum tes wawancara dilakukan, saya melakukan survey terhadap perusahaan tersebut. Itu saya lakukan, supaya bisa menghemat waktu perjalanan besok harinya.

Rabu, 8 Juli 2015 kira-kira pukul 9.15, sebelum melangkahkan kaki keluar rumah, saya berdoa dalam hati semoga kali ini sesuai harapan. Itu harapan saya dalam hati. Kemudian, saya pamit sama orang tua, dan mulai berangkat menuju tempat tes. Sesampainya di perusahaan tersebut, saya disuruh untuk mengisi formulir. Setelah selesai melengkapi data, customer servicenya menyuruh saya menghadap pak Arnold di lantai 3. Selama berjalan menuju lantai 3, saya sering memperhatikan setiap karyawan yang sedang bekerja disana. Mereka fokus dengan pekerjaannya masing-masing. Sesampainya dilantai 3, saya bertemu ibuk-ibuk yang sedang membersihkan ruangan. Ibuk itu menyuruh saya duduk, kemudian ibuk itu memberi tahu pak Arnold kalau ada saya disini.

Dan, akhirnya saya ketemu juga dengan pak Arnold pimpinan perusahaan tersebut. Awalnya sih sempat gugup saat bertemu, namun lama kelamaan saya bisa mengatasi rasa gugup tersebut, sebab pak Arnold bisa membuat wawancara terasa lebih nyaman. Saat wawancara berlangsung, saya sempat terkejut dengan pernyataan-pernyataan yang beliau utarakan. Beliau mengatakan, beliau tidak melihat orang dari latar belakangnya untuk dapat bekerja disini. Beliau juga tidak membeda-bedakan suku dan agama. Beliau menilai orang dari sikapnya. Pernyataan berikutnya, beliau juga mengatakan kalau beliau tidak suka dengan kekerasan. Sebab, sebelum mengutarakan hal tersebut saya ditanya kalau ada karyawan disini mengejek latar belakang pendidikan saya, apakah saya akan marah atau langsung meninju orangnya. Pernyataan berikutnya, beliau memberitahu saya tentang kelemahan saya. Saat ditanya mengenai kelemahan, saya tidak bisa mendeskripsikan secara rinci tentang kelemahan yang ada didalam diri saya. Pada waktu itu beliau mengatakan, tidak ada yang sempurna. Saya sangat setuju dengan pendapat beliau. Namun, saat itu saya belum bisa menjelaskan tentang kelemahan yang ada didalam diri saya. Beliaulah yang memberitahu tentang kelemahan saya. Beliau juga mengajari saya, tentang memberi prioritas terhadap pekerjaan. Mana perkejaan yang prioritasnya tinggi, dan mana yang prioritasnya rendah. Saat beliau bertanya kembali apakah saya sudah memiliki pengalaman dalam bidang yang saya pilih tersebut, saya menjawab belum, lalu pak Arnold mengatakan bahwa saya bisa belajar nantinya. Itu sesuatu hal yang berharga yang saya dapat, ketika wawancara dengan pak Arnold. Dan masih banyak lagi pernyataan-pernyataan dari pak Arnold yang membuat saya terkejut. Hal ini tidak saya dapatkan ketika wawancara dengan pimpinan yang lain. Saya sangat senang bertemu dengan pak Arnold. Karena, saya jadi tahu apa yang menjadi tujuan saya. Dalam wawancara beliau begitu banyak mengajari dan memberi motivasi buat saya. Akan saya ingat selalu setiap yang dikatakan beliau.

Di akhir wawancara beliau mengatakan, kalau diterima akan segera dihubungi. Sebelum beliau mengatakan hal tersebut, saya sudah tahu jawabannya. Saya sadar, belum saatnya saya berada disana. Tapi, walaupun begitu saya tidak berkecil hati, karena saya telah banyak menemukan sesuatu hal berharga dari wawancara dengan pak Arnold. Serta, saya juga banyak mendapatkan ilmu dari seorang pimpinan yang bijaksana. Terima kasih pak atas ilmunya, semoga suatu saat saya bisa menjadi seperti bapak. Amiin.

Belum ada komentar pada artikel "Sosok Inspiratif, Ketika Wawancara Kerja"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan sebuah komentar untuk artikel yang sedang anda baca ini. Jika butuh bantuan, jangan sungkan-sungkan untuk bertanya ya atau follow Twitter saya @MF4dhli :)